Ingin Jadi Pengusaha Terkenal, Siswa SMA Penyemir Sepatu Ini Doakan Jokowi

Muhammad Irfan tampak gembira sambil menyemir sepatu pelanggan.

JAKARTA, JOB – Muhammad Irfan harus bangun pagi setiap hari. Siswa kelas satu SMA ini bukannya bersiap ke sekolah, tetapi mempersiapkan semua peralatan menyemir sepatu yang ia miliki.

Setelah sarapan dan minum segelas air panas,  itu pun kalau ada, ia pun bergegas lalu berjalan kaki menuju satu kantor ke kantor lainnya, untuk menawarkan jasa mengkilapkan sepatu pelanggan.

Rutinitas ini ia lakukan selama empat sampai lima jam setiap hari, dengan pendapatan antara Rp 25 ribu sampai Rp 40 ribu. Sebab jam 11.00 WIB ia harus kembali ke rumahnya di Kelurahan Warakas Kecamatan Tanjung Priok. Makan siang, mandi lalu bersiap pergi ke sekolah di SMA Gunung Jati, Tanjung Priok.

Sebagian uang yang diperolehnya dari menyemir sepatu diberikan kepada ibunya, sebagian lagi untuk jajan tentunya. Kalau ada lebih, masuk dalam celengan.

Pulang sekolah sore hari, nyaris tak punya waktu lagi untuk bermain seperti anak-anak sebayanya. Belajar pun hanya sebentar saja, karena ia harus segera tidur agar esok pagi cepat bangun untuk kembali menjual jasa sebagai penyemir sepatu.

Begitulah rutinitas anak dari Sutrisno asal Jawa Barat dan sang ibu Iriana Asnawi yang berasal dari Manado. Namun ia tak pernah mengeluh, malah Muhammad Irfan mengaku selalu bersyukur kepada Tuhan, karena masih diberi semangat untuk bekerja dan bersekolah

“Saya bersyukur kepada Allah karena diberikan kesehatan dan semangat. Mudah-mudahan saya bisa lulus SMA, dan menjadi pengusaha. Pengusaha terkenal,” tuturnya saat ditemui di sebuah rumah kopi di depan kantor BPN, Kelurahan Rawa Badak, Tanjung Priok,  Jakarta Utara, Senin (26/11/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Saya harus mencari uang, untuk bantu ibu dan bayar uang sekolah. KJP ada, Rp 180 ribu per bulan tapi belum cukup untuk biaya sekolah saya,” tuturnya sambil tersenyum gembira karena baru mendapatkan seorang pelanggan yang berkenan menyemir sepatu.

Dapat beasiswa dari sekolah? “Sangat suka. Tapi kalah pintar dengan teman-teman lain, habis waktu saya belajar hanya sebentar saja,” jawabnya.

“Sebenarnya kalau Pak Jokowi masih Gubernur Jakarta, saya mau minta biar dapat beasiswa dari Bapak. Tapi sekarang kan sudah presiden, jadi bukan lagi hanya memikirkan Jakarta,” sambungnya polos, sambil tersenyum.

JOB pun menjelaskan bahwa dengan jadi Presiden, maka Jokowi punya kewenangan lebih luas lagi untuk memberikan beasiswa, bukan hanya di Jakarta tapi di seluruh Indonesia. “Kalau begitu, saya sangat berharap bisa dapat beasiswa dari Bapak Presiden. Saya doakan semoga Pak Jokowi kembali terpilih jadi presiden, biar saya bisa dapat beasiswa sampai lulus SMA nanti. Lalu saya mau jadi pengusaha terkenal,” ujarnya lagi menanggapi penjelasan JOB. Semoga tercapai citanya, Irfan!

Peliput: Sugianto

BAGIKAN