Ini Deretan Infrastruktur yang Dibangun di Era Jokowi

Jokowi dan Jusuf Kala.

Pada era Presiden Jokowi selama ini, pemerintah lebih memfokuskan pada pembangunan infrastruktur guna meningkatkan daya saing nasional dan juga pemerataan hasil pembangunan. Pembangunan ini pun bertujuan untuk mengurangi disparitas antar wilayah. Setidaknya ada lima kategori infrastruktur, yaitu energi, sumber daya air, transportasi, komunikasi dan permukiman.

Infrastruktur yang paling terlihat dampaknya adalah pembangunan jalan. Banyak sekali jalan yang dibangun di daerah-daerah terpencil. Dengan pembangunan jalan tersebut, mobilitas warga semakin mudah. Hal ini pun berdampak pada pengurangan biaya logistik sehingga dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia. Untuk lebih jelasnya, ada sejumlah infrastruktur yang berhasil di era Jokowi, seperti di bawah ini:

Konektivitas
Kementerian PUPR terus berupaya untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Jawa, yang berawal dari Merak hingga Banyuwangi. Panjangnya sendiri sekitar 1.150 Km yang diperkirakan akan selesai di akhir 2019. Tidak hanya pembangunan, Kementrian PUPR pun tiap tahun melakukan pemeliharaan rutin dan rehabilitasi jalan nasional dengan panjang 40 ribu kilometer. Pembangunan jalan bar uterus bertambah dan sudah melampaui target Renstra Kementerian PUPR 2015-2019 sepanjang 2.650 Km.

Tambahan jalan tol yang sudah dioperasikan sekitar 443 km, dengan rincian di akhir tahun 2015 sepanjang 132 km, pada 2016 sepanjang 44 km, pada 2017 sepanjang 156, dan sampai akhir Juli 2018 sepanjang 110 km.

Bendungan
Belum lama ini Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di sector sumber daya air sendiri, Kementerian PUPR menargetkan dapat membangun setidaknya 65 bendungan yang terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan di tahun 2015-2019.

Di tahun 2019 nanti ditargetkan, 29 bendungan akan selesai. Bendungan tersebut dapat menampung 2,16 miliar m3 dan nantinya dapat menambah luas irigasi yang mendapat jatah air dari bendungan (irigasi premium) dari 10,7 persen bertambah menjadi 14,28 persen dari seluruh jaringan irigasi Indonesia seluas 7,1 juta hektare.

Program Satu Juta Rumah
Pencapain program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi dari tahun (2015-2017) sudah mencapai 2,49 unit. Berbicara soal program ini, pembangunan rumah oleh Pemerintah Pusat dan Daerah, para pengembang perumahan, dan dana sosial perusahaan di periode 2015-2017 sudah mencapai 2. 469.538 unit. Jumlah tersebut dengan rincian di tahun 2015 sebanyak 699.769 unit, 2016 sebanyak 867.950 unit, 2017 sebanyak 902.000 unit dan pada tahun 2018 ditargetkan 1 juta unit baru berhasil dibangun.

Untuk infrastruktur dasar seperti air minum, sanitasi dan penataan kawasan kumuh, Kementerian PUPR bersama dengan stakeholeder lainnya menargetkan 100-0-100, yaitu 100 persen akses aman air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen sanitasi yang layak pada tahun 2019 nanti.

Dalam target pencapaian kebutuhan air minum, diperkirakan dari tahun 2015-2018, sudah mencapai 20.438 liter per detik. Untuk target hingga tahun 2019 nanti sebesar 34.319 liter per detiknya. Sementara pada penanganan kawasan kumuh, telah mencapai 13.556 hektare dari target 38.431 hektare. Sedangkan untuk pembangunan sanitasi dan persampahan, telah melayani tambahan sekitar 9.616.334 Kepala Keluarga (KK) dari target hingga 2019 sebesar 12.163.334 KK.(***)

BAGIKAN